Senin, 05 November 2012

Mobil Upi Asmaradhana Dirusak Orang Tak Dikenal

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Mobil milik Koordinator Komite Relawan Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi, Upi Asmaradhana dirusak. Kejadiannya di basement Hotel Grand Clarion, Makassar, Jumat (19/10/2012) malam.

Diduga kuat, pelaku sengaja merusak dengan cara menggores beberapa kali bodi sebelah kiri mobi Upi. Goresan sangat nampak. Upi merasa tidak mengetahui motif dan siapa pelakunya. Atas kejadian ini, Upi dan beberapa rekannya di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan berencana mengadukan kasus ini ke Polrestabes Makassar, Sabtu (20/10/2012) siang ini. "Kita berharap polisi bisa segera mengusut dan membongkar siapa pelaku dan motif perusakan mobil saya," ujar Upi yang juga pengurus AJI Indonesia ini melalui telepon, Sabtu (20/10/2012).

 Apakah kejadian itu merupakan bentuk teror terkait aktivitasnya selama ini? Upi belum mau berspekulasi. Pemimpin Redaksi KabarMakassar.com ini menyerahkan pengusutan kasus yang menimpanya itu kepada polisi. Sebelumnya, rumah Upi di Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, juga pernah dimasuki orang tak dikenal. Tak ada barang yang hilang, tapi isinya rumahnya dibuat berantakan. Tampak sengaja diacak-acak.

 Upi bersama beberapa rekannya di organisasi jurnalis maupun di LBH Makassar maupun LBH Pers Makassar selama ini aktif membela dan mengadvokasi beberapa kasus kekerasan terhadap jurnalis. Kasus terbaru yang ikut dibelanya adalah kasus kekerasan terhadap jurnalis KompasTV dan Pare Pos yang diduga dilakukan sekuriti PT Semen Tonasa.

Upi bersama sejumlah jurnalis pun sempat demo di Kabupaten Pangkep untuk menyuarakan kecamannya terhadap sekuriti PT Semen Tonasa beberapa hari lalu. Kasus lain yang ikut dibelanya adalah terkait kasus pengancaman terhadap Akhwan Ali, jurnalis Tribun Timur yang bertugas di wilayah Ajatappareng (Barru, Parepare, Sidrap, Pinrang). Pengancaman itu diduga dilakukan Bupati Pinrang Aslam Patonangi yang keberatan dengan pemberitaan rekening 'gendut' miliknya. Kasus lain yang juga dibela Upi sepekan terakhir adalah terkait pencegatan terhadap Siudjung, jurnalis Cakrawala yang bertugas di Kabupaten Selayar. Pencegatan itu diduga lakukan Satpol PP Pemkab Selayar. 

Penulis : Jumadi Mappanganro Editor : Imam Wahyudi (berita ini dikutip dari tribun-timur.com, 20 oktober 2012)

Tidak ada komentar: