Selasa, 11 Agustus 2009

TOUR UDIN AWARD

Upi Asmaradhana Gilir Inapkan Udin Award 2009


KOORDINATOR Koalisi Jurnalis Makassar Tolak Kriminalisasi Pers Upi Asmaradana dan sejumlah aktivis jurnalis di Makassar menggelar safari sembari memboyong Udin Award 2009. Safari ini dimulai dengan mendatangi kantor Tribun Timur, Selasa (11/8).

Di kantor harian ini, Udin Award 2009 yang diterima Upi pada perayaan hari ulang tahun (HUT) Aliansi Jurnalis Indepden (AJI) Indonesia di Pusat Perfilman Umar Ismail, Jakarta, Jumat (7/8) malam lalu, diinapkan selama semalam.

"Setelah diinapkan di kantor Tribun, selanjutnya secara bergilir akan kami inapkan lagi di kantor-kantor media massa, sekretariat organisasi jurnalis, LBH, dan organisasi pendukung perjuangan Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers Makassar," tutur Upi usai menyerahkan Udin Award 2009 ke awak redaksi Tribun.

Menurutnya, langkah yang dilakukan tersebut sebagai wujud apresiasi yang telah diberikan Tribun dan media lainnya serta organisasi pendukung lainnya.

"Sekaligus kami ingin menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya untuk saya, melainkan untuk teman-teman pers dan masyarakat yang menginginkan kebebasan pers dan kebebasan berpendapat di Makassar" katanya.

Udin Award adalah penghargaan tahunan dari Aliansi Jurnalis Indepden (AJI) Indonesia. Penghargaan khusus bagi jurnalis ini untuk menghormarti Muhammad Fuad Syafruddin Alis Udin, jurnalis Harian Bernas Yogaykarta yang dibunuh akibat menulis berita yang mengungkap kasus korupsi di daerahnya, 1996 lalu.

Udin Award diberikan sejak tahun 1997, dengan tiga kriteria bagi jurnalis. Pertama, jurnalis tersebut menjadi korban kekerasan akibat pekerjaannya. Kedua, memiliki komitmen dan integritas untuk membela kebebasan pers. Ketiga, telah terbukti telah mendidikasikan dirinya untuk tugas-tugas jurnalistik secara profesional dan menjunjung tinggi kode etik jurnalis.

Upi dinilai oleh AJI Indonesia melalui dewan juri layak mendapat anugerah ini karena telah mengalami kekerasan yakni dengan jeratan pasal-pasal pencemaran nama baik yang diadukan Irjen Polisi Sisno Adiwinoto yang saat itu masih menjabat Kapolda Sulsel, akibat akitivitasnya dalam membela kebebasan pers di Makassar. (jumadi mappanganro)

(Dikutip Tribun Timur, 12/8/2009)

Tidak ada komentar: