Selasa, 02 Juni 2009

UPDATE SIDANG KE-16

Dua Saksi Akui Pernyataan Sisno Adiwinoto

Makassar, Tribun - Dua saksi yang dihadirkan oleh tim pengacara Upi Asmaradana atas dugaan pencemaran nama baik mantan Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Polisi Sisno Adiwinoto, mengakui kalau Sisno pernah mengatakan polisi siap memeriksa wartawan yang memuat berita yang dianggap merugikan pejabat, polisi, atau pemerintah.


Hal itu diungkapkan kedua saksi yang dihadirkan di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (2/6). Kedua saksi itu adalah Irham dari harian Tribun Timur dan Amriani dari Harian Seputar Indonesia.

Kedua wartawan ini menyatakan hadir dan mendengarkan pernyataan Sisno saat berceramah di hadapan Gubernur dan Muspida di Baruga Sangiaseri, Gubernuran, 19 Mei 2008 lalu.

Ketika diperdengarkan rekaman pidato Sisno oleh penasihat hukum Upi, kedua saksi yang diperiksa dalam waktu berbeda, membenarkan bahwa suara itu adalah benar suara Sisno saat berpidato di hadapan Gubernur dan bupati se-Sulawesi Selatan.

Irham mengatakan, pada saat acara berlangsung, Sisno terlambat hadir. Ia tiba di Baruga Sangiaseri sekitar 20 menit sebelum acara berakhir. "Pada saat itu, saya tidak mendengar ada pertanyaan dari para bupati dan wali kota yang hadir," katanya menjawab pertanyaan pengacara Upi mengenai kebenaran adanya dialog antara Sisno dan peserta pertamuan sebelum acara dimulai.

Pada saat pemeriksaan saksi korban, beberapa waktu lalu, Sisno yang hadir di Pengadilan Negeri Makassar, mengatakan bahwa sebelum pertemuan, pernyataannya didasari pada pertanyaan forum seputar pemberitaan di media massa.

Wartawati Seputar Indonesia, Andi Amriani, yang menjadi saksi kedua, mengatakan, bahwa dalam pidatonya Sisno mengatakan, polisi dan pemerintah saat ini tengah memperbaiki citranya. Tapi terkadang wartawan juga sering menulis salah, sering menjatuhkan, dan sering mengolok-olok sehingga citra polisi, dan pemerintah menjadi tercoreng.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Parlas Nababan itu rencananya dilanjutkan, pekan depan dengan saksi yang dihadirkan kuasa hukum Upi. (rex)

(Dikutip Tribun Timur, Edisi 3 Juni 2009)

Tidak ada komentar: