Sabtu, 14 Maret 2009

MEMILIH

Hidup itu memberi.Dalam makna lebih dalam mengabdi.Lebih ektremnya lagi berkorban.

Hidup itu juga memilih.Dan hari ini, pilihan itu hendak saya tegaskan lagi, sama ketika perseteruan antara Irjen Polisi Sisno Adiwinoto dengan Koalisi terjadi sejak awal maret 2008 lalu. Pilihan itu adalah betapa pentingnya kita berbuat tanpa harus adanya pamrih. Hidup itu mengajarkan ketulusan, dan saya memaknainya sebagai sebuah anugerah.

Karenanya,ketika perjalanan memperjuangkan kebebasan pers itu dipilih.Saya sudah berada pada posisi mengabdikan diri untuk kebebasan itu sendiri.kali ini, pilihan itu adalah berbuat tanpa pamrih. Kita berbuat hanya karena ikhlas.

Kalaupun boleh meminta, saya berharap kondisi ini,bisa dimanfaatkan oleh semua pihak untuk melahirkan sebuah metamorfasis peradaban tentang pentingnya kebebasan pers dan kebebasan berekpresi itu dijaga dan ditegakkan, seberapa mahal pun resikonya.

Oleh sebab itu menjelang putusan sela Sidang 17 Maret mendatang di Pengadilan Negeri Makassar, saya sudah menyatakan diri untuk berdiri tegak secara terhormat.Lawan segala bentuk pengekekangan pers!!!

bravo pers bebas
makassar 15 maret
sepulang dari menjenguk keluarga yang sakit

Tidak ada komentar: