Kamis, 18 Desember 2008

JALAN SUNYI

Visi bisa jadi adalah kekuatan terbesar kita, ia selalu membangkitkan daya dan kesinambunngan hidup. Ia membuat kita memandang masa depan dan memberi kerangka tentang apa yang belum kita ketahui...sahabatku ronny

SETIAP pilihan mempunyai resiko sendiri. Dan ada kalanya, kita tidak boleh kalah oleh resiko itu sendiri.Seperti kata-kata orang bijak, seharusnya kitalah yang menuliskan takdir.

Karenanya, ketika perjuangan untuk mengabarkan pentingnya nilai-nilai semangat kebebasan pers itu harus berakibat pada lahirnya sebuah resiko. Sepertinya takdir itu telah kutuliskan.

Takdir itu adalah kehilangan pekerjaan, yang berarti kehilangan penghasilan.Kehilangan orang-orang terdekat yang berati kehilangan belahan jiwa yang seharusnya memberiku dorongan dalam sepi. Kehilangan sahabat-sahabat yang berarti kehilangan tempat berbagi suka dan duka. Dan juga kehilangan kebebasan yang berarti kehilangan sebuah status hukum.

Tapi, itulah takdir yang kutuliskan. Dan malam ini, ketika banyak orang yang berpaling.Aku juga mesti memberi apresiasi kepada mereka-mereka yang memberiku dorongan. Mereka yang memberi apresiasi dan juga memberi kan doa untukku.

****

Perjuangan Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers, sesungguhnya bukan perjuangan diri sendiri. Ia lahir dari sebuah gagasan untuk memperjuangkan kebebasan pers, agar masyarakat bisa mengakses informasi secara bebas pula.

Perlu waktu berbulan-bulan untuk menguji tesis itu. Dan dengan sangat menyesal, saya ingin menyampaikan. bahwa berbagai upaya mediasi, yang dilakukan oleh semua pihak untuk menihilkan gerakan ini, menjadi sebuah hal yang sangat naif.

Pergerakan ini tidak akan berhenti dengan mencabut status hukum saya sebagai tersangka. Tidak juga dengan memberikan materi yang berlimpah, tidak juga dengan memberikan saya pekerjaan dan kembali meliput di lapangan, tidak juga dengan menghentikan semua teror. dan tidak juga dengan mengembalikan cerita-cerita indah kehidupan saya dulu.

Pergerakan ini akan berlanjut, sampai semua pihak menghargai pranata hukum pers, yang berarti menghargai kebebasan pers, yang pada akhirnya memberikan hak kepada publik untuk mengetahui informasi secara jujur.

Kalaupun pada akhirnya, semua harus hilang dari kehidupan ini, sepertinya saya sudah ikhlas menerimanya. Seperti sebuah pernyataan cinta tanpa syarat. Menerima resiko terburuk apapun.

****

Saya tentunya bukanlah pribadi yang sempurna. Banyak kekurangan yang melekat. Bahkan mungkin punya karakter yang tidak disukai banyak orang. Tapi sesungguhnya dari hati yang teramat dalam, saya ingin mengatakan kepada siapa saja, tolonglah jangan dilihat gerakan ini, sebagai gerakan personal. Lihatlah persoalan ini, sebagai sebuah nilai atau etos, untuk sebuah semangat membangun koalisi kebebasan pers.

Kalupun seandainya, saya harus memilih, untuk memilih jalan sunyi itu, untuk kebebasan pers itu sendiri, saya akan memilih jalan sunyi itu. Dan sejak mei lalu, saya telah menapaki lorong kesunyian itu. Bravo Pers Bebas. Lawan Kriminaliasi Pers


Makassar, 18 Desember 2008
saat menyusuri jalan sepi
di jalan pettarani
jalan sunyi mencinta tanpa syarat

Tidak ada komentar: