Minggu, 10 Agustus 2008

BELAJAR PADA WAKTU

Kita tidak bisa mengubah masa lalu,tapi kita bisa mengubah masa depan

MASA lalu, kerap dijadikan kambing hitam. Ya paling tidak bagi para pecundang. Para pecundang ini, selalu selalu menyalahkan masa lalu mereka, sebagai salah satu penyebab kegagalan mereka.

Dewey Cox, salah seorang penyanyi besar Amerika, memberikan inspirasi, betapa masa lalu seharusnya tidak perlu disesali. Dalam karya-karya musiknyanya, Walk Hard, setidaknya ia mengajarkan kepada siapa saja, betapa penting manusia, tidak harus selalu terjebak pada masa lalunya.

Dan hari-hari belakangan ini, saya sepertinya harus membuka lagi lembaran perjalanan Dewey Cox, sebagai musisi besar dunia,yang mewariskan semangat pengabdiannya kepada musik. Tuan Cox sendiri, meninggal dunia pada usia 71 tahun, tiga menit usai menyanyi ketika ia menerima penghargaan musik amerika.

Inspirasi besar, Cox, seakan memberikan sebuah jawaban, betapa tidak pentingnya kita, menyalahkan masa lalu. Saatnya, kita merancang masa depan sendiri, tanpa menoleh lagi ke belakang.

Masa lalu tetaplah masa lalu, dan kita tak bisa mengubahnya. Kalaupun ada yang bisa kita ubah, adalah hanya masa depan itu sendiri.

(tulisan ini buat kawanku di Kutacaneh. Tetap semangat bro)
makassar
11-08-08
pukul 14.00 wita

Tidak ada komentar: