Selasa, 08 Juli 2008

SATIRe

Hidup tak selamanya seperti yang kita inginkan...Hancock

7-7-2008, saya menerima sebuah pesan dari salah seorang kawan yg jauh. Email itu, katanya dicomot dari sebuah mailing list. Isinya mengagetkan. maklum beberapa hari terakhir pasca resign dari metrotv, saya agak malas membuka email. katanya, ada email yang mesti saya jawab. "Eh ada email di ajigroup yang mesti kamu jawab," tulisnya.

"Tulisan apa,"jawabku sekenanya.
"Soal dirimu," katanya.
"Hehehe. Soal apalagi. Polisi ya? kok bisa-bisanya nembus di aji,hehehe,"kataku.
"Bukan pi, itu ada tulisan yang gue pikir kamu harus jawab,"balasnya. "Entar aku forward ya", lanjutnya.

dan malam ini, sepulang dari nonton Hancock saya membaca email yang diforward itu.Hehehe, ternyata, itu email yang sudah agak lama, diposting oleh kawan Jafar G Bua salah seorang teman di Palu. Dan seorang teman aji lainnya bernama Dee.

Sebenarnya, agak malas nanggapin postingan itu, tapi karena sang teman saya yang meminta. dan lagipula teman ini termasuk istimewa, saya pun akhirnya harus membuat tanggapan itu, hanya melalui blog.

"Bos, saya udah baca emailnya. Tapi saya pikir komentarnya biasa-biasa saja. hanya memang perlu saya jelaskan. Dan saat kamu saya sms, sekarang lagi menuliskan pledoinya hehehe,"kataku sembari mengirimkannya pesan singkat yg agak panjang.

soal postingan dua kawan aji itu saya pikir, sah-sah saja. meski demikian, untuk memuaskan rasa penasaran teman saya itu,berikut ini penjelasan saya:

kawan jafar:

soal heroisme itu . saya pikir sama sekali tidak. Kami di makassar tidak pernah bermaksud heroik. sungguh, gerakan yang kami lakukan di makassar,semata-mata untuk melawan segala tirani yang mengekang semangat kebebasan pers. bagi kami perlawanan ini bukan perlawanan jurnalis semata, tapi upaya. kami untuk melindungi publik saja.

soal alasan keluar dari metrotv, saya pikir kawan-kawan sudah membacanya. murni bukan karena hal lain, apalagi suntv. memang saya sempat diajak bergabung di suntv,tapi saya mundur karena satu alasan yang tidak penting saya utarakan disini.tapi kalau kawan mau cross chek boleh tanya kamal dan hasrul global produser suntv makassar.

menyangkut kapitalisme versus idealisme, saya pikir tergantung pada pilihan.saya tidak pernah menganggap semua keputusan keluar masuk media sebagai heroisme pragmatisme. pada intinya saya hanya ingin mengatakan kepada kawan-kawan, saya salah seorang jurnalis yang hanya setia pada profesi,bukan pada institusi media. jadi kalau pada satu ketika, saya merasa tidak se-idiologi lagi dengan tempat saya bekerja,saya pastikan saya akan pergi.Mungkin ini naif, tapi seperti itulah saya. Lagi-lagi ini soal pilihan..

lalu mengapa saya mundur? ya saya hanya ingin mengatakan kepada siapa saja, bahwa kita jangan takut kehilanggan pekerjaan hanya karena memperjuangkan sebuah nilai kebebasan. Toh, manusia selalu harus belajar mengambil resiko.

Kawan Dee

soal hasil diskusi tentang kenapa saya mundur dari metrotv. saya pikir kawan dee bisa lihat di surat pengunduran diri saya. semuanya sudah terjawab disana. saya juga tidak ingin membela diri, sebab nanti malah memperlebar isu lain, dan bahkan melemahkan isu utama kami yaitu tolak kriminalisasi pers.

yang jelas informasinya itu tidak seperti faktanya. Kawan Dee boleh telpon Kepala Biro Metrotv Makassar, 081 1913431.mungkin supaya lebih berimbang nanti kawan Dee tanyak Mbak Rika ya...yang pasti saya keluar dari Metrotv bukan karena setting menyetting itu...heheh.

soal garis perjuangan, saya pikir ini bukan gerakan saya sendiri. di makassar banyak kawan-kawan yang juga bersama-sama menyuarakan gerakan kebebasan pers.

perjuangan kawan-kawan di makassar, murni untuk membela,kebebasan memperoleh informasi. lainnya tidak ada.


8-7-08, pukul 23.00 wita, saya mengirimkan sms jawaban kepada teman saya, yang penasaran bukan kepalang."Bos atas perintahnya, email itu aku sudah jawab ya, tapi melalui blog aja.mudah2an berkenan," tulisku.

Rupanya smsku ini tidak digubris , mungkin dia lagi sibuk atau jangan-jangan sudah terlelap. Lalu malam ini saya mengirimkan pesan panjang ke sobatku itu.

Sesungguhnya tidak ada hal paling memberatkan dalam hidup saat ini, adalah ketika saya tidak liputan lagi. Ini jauh lebih menyiksa ketimbang teror, intimidasi dan hal-hal lainnya. Bagiku berbagai pendapat entah itu negatif atau positif, adalah sebuah pesan kalau teman-teman sangat peduli akan gerakan melawan pengekangan pers.

Toh kalaupun pada akhirnya kita harus berseberangan, saya hanya teringat kata-kata satire Anthony De Mello, yang layak kita renungkan bersama:

Kebenaran itu pada dasarnya lebih menderita karena semangat pendukungnya, daripada serangan lawan-lawannya. Anthony De Mello


makassar,
sudut jalan pettarani
8-7-2008,
pukul 23.45 wita

(tulisan ini jawaban atas email yang beredar di milist aji.dibuat untuk mengobati permintaan sahabat saya di semarang, surabaya dan palu. juga sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang belum tuntas)

Tidak ada komentar: