Senin, 28 Juli 2008

PAHIT


Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu.
Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang... KUNGFU PANDA

SUNGGUH, tidak ada kepahitan yang teramat dalam, ketika,sahabat,adik, harus menerima buah pahit dari sebuah perjuangan, meski secara kasat mata itu seharusnya di luar konteks, dan tidak punya hubungan kausalitas.

Hati saya terasa tercabik-cabik, manakala melihat mereka satu persatu dari balik terali besi. Ada rasa kepahitan di dalam hati kecilku, dan rasa itu kali ini teramat berbeda. Maklum baru kali ini, saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka, karena jelas, tindakan mereka di luar konteks profesi.Kali ini,saya nyaris tidak bisa berkata apa-apa.

Dulu, ketika, teror dan intimidasi begitu sangat bertubi-tubi,sampai-sampai, saya harus kehilangan hati, dan kehilangan pekerjaan, saya selalu berikhtiar,ini adalah bagian dari hidup. Mungkin orang itu, merasa dirinya paling hebat di dunia ini, sehingga dia bisa melakukan apa saja, untuk mempertahankan eksistensi dirinya.

Karenanya, ketika, sebuah tindak kesalahan dan kebodohan kriminal,itu kemudian diberi imbalan hukuman, awalnya, saya melihat sebagai sebuah prosesi pertanggungjawaban hukum positif saja.

Namun, pandangan saya kemudian berubah ketika cara penanganannya kemudian menjadi terkesan berlebihan, saya akhirnya sadar, orang itu, memang bukan sekadar anti kritik, tapi juga bisa sangat tidak proporsional.

Pada akhirnya, saya mahfum, bahwa setiap orang berhak menyikapi kepahitan-kepahitannya sendiri.

Dan kalaupun, gagasan memperjuangkan kebebasan pers itu harus menerima imbalan kepahitan-kepahitan, mudah-mudahan saja, ini bisa menjadi obat bagi siapa saja, yang selalu melihat setiap peristiwa sebagai sebuah pelajaran hidup.

Dari sisi lain, saya melihat kepahitan-kepahitan itu, sebagai sebuah proses, dimana, kita bersikap sebagai manusia di lain sisi, dan bersikap proporsional di lain pihak.

Saya semakin percaya, bahwa perjuangan kebebasan pers,akan membuahkan hasil, dan tidak akan sia-sia.Meski pada akhirnya, kita harus menerima kepahitan-kepahitan itu sendiri.Meminjam istilah Master Oogway dalam Film Kungfu Fanda: Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. You just need to believe.



makassar 28 juli 2008
di kantor teman di sultan hasanuddin makassar
pukul 19.40 wita

Tidak ada komentar: