Kamis, 03 Januari 2008

SURAT TERBUKA

Kepada Yang Terhormat
Pengurus Aji Indonesia
Di Jakarta

Dengan Hormat!

Menimbang :
1.Pemberitahuan kepada ketua Aji Kota Makassar dan Sekjen Aji Indonesia per 1 Desember 2007,tentang gugatan saya kepada pengurus AJI Kota Makassar yang tidak cepat dan tanggap melakukan langkah antisipasi pengusutan dugaan keterlibatan anggota AJI makassar dalam kasus PDAM Gate,

2.Demo Monolog per 15 Desember 2007,yang tertuang dalam Seruan Moral Menggugat Moralitas Jurnalis,yang berisi tentang perlunya penyelamatan nama baik organiasasi di mata publik makassar.

3.Surat yang dikirimkan, per tanggal 15 Desember 2007 terkait DEMO MONOLOG skandal PDAM kota Makassar,kepada Pengurus AJI Indonesia.

Memerhatikan :
Jawaban lisan dari Sekjen Aji Indonesia,yang akan menuntaskan kasus tersebut, hingga akhir Desember 2007, dan kondisi internal dan eksternal AJI kota Makassar.

Memutuskan :
Dengan ini, saya anggota AJI nomer 1998MKR00318,menyatakan sebagai berikut:

1.Mendesak kepada pengurus AJI Indonesia, untuk memberikan klarifikasi ke publik seputar dugaan keterlibatan anggota AJI Kota Makassar, dalam kasus Korupsi PDAM Kota Makassar.Klarifikasi publik ini,penting untuk membersihkan nama AJI di Makassar, yang tercoreng akibat skandal ini.

2.Mendesak kepada pengurus AJI Indonesia,untuk menyelamatkan wibawa organisasi AJI Kota Makassar,dengan membersihkan nama baik anggota AJI Makassar,yang tidak terbukti melakukan pelanggaran kode etik,dan memberikan sanksi yang tegas jika terbukti melakukan pelanggaran kode etik,sebagai bagian dari upaya penegakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi.

3.Mendesak kepada Pengurus AJI Indonesia, Pengurus AJI Kota Makassar,untuk
Tidak permisif terhadap perilaku kode etik yang menyimpang,dan berani mengambil tindakan ekstra untuk menyelamatkan wibawa organisasi,sebagai lembaga yang independen, profesional dan berdedikasi.

Demikian surat ini,untuk diperhatikan.semoga bermakna
Merdeka!

Makassar 3 Januari 2008
---surat ini sebagai tindaklanjut atas demo monolog---

Tidak ada komentar: