Minggu, 13 Januari 2008

JURNALISME TUHAN

Kita memahami kalau Pak Harto punya News Value yang besar, namun liputan-liputan tentang menyambut kematiannya,membuat televisi telah membuat sejarah baru,dengan melahirkan genre baru, jurnalisme pemasti kematian.Atau tepatnya jurnalisme Tuhan.
Kenapa,sebab hanya Tuhan yang bisa memastikan kapan seseorang bisa dicabut nyawanya atau tidak. Dan media massa, telah membuat prestasi itu.


Semula, saya mengira, liputan-liputan tentang sakitnya mantan penguasa orde baru itu,hanya sebuah liputan pada umumnya,Namun kegelisahan mulai terjadi, ketika sejumlah media, berlomba-lomba, menyajikan berita tentang sakitnya Pak Harto dari berbagai Angle.

Entah karena keasyikan bermain-main dengan Angle, media massa,khususnya televisi membuat terobosan unik,tapi juga mungkin sedikit “luar dari biasanya”.Liputan langsung dari Makam Astana Giribangun.

Astana Giribangun sendiri,adalah kompleks Makam keluarga Soeharto,di lereng gunung Lawu,di Kecamatan Matesih,Kabupaten Karanganyar,Solo.Hampir setiap saat,media,membuat laporan dari Makam ini. Secara logika, liputan di Makam ini,menganalogikan,kalau pak harto dipastikan akan meninggal, saat itu juga.

Maka, muncullah liputan-liputan tentang pesta penyambutan jenazah,pembersihan makam,penyiapan tenda dan kursi upacara pemakaman, persiapan penjemputan jenazah dari bandara, hingga persiapan peliputan pemakaman. Malah pemda setempat sudah sempat mengeluarkan identitas, bagi para jurnalis,yang akan meliput pemakaman. Namun, rupanya prediksi-prediksi para jurnalis itu, sampai detik ini, belum juga terbukti.

Kita tidak tahu, apakah media massa,menyadari kondisi ini.Yang pasti,persoalan kapan Pak Harto,akan berpulang, mungkin harus disadari bukan domain manusia. Jadi seharusnya media massa,khususnya jurnalis, tidak menjadikannya sebagai News Peg. Sebab jika saat kematian seseorang saja,sudah dijadikan News Peg, itu sama artinya,para jurnalis sudah memposisikan dirinya sebagai Tuhan. Atau jangan-jangan,media massa kita sudah belajar juga menjadi Tuhan atau Paranormal. Entahlah!

Tidak ada komentar: