Rabu, 23 Januari 2008

BERKATA PADA WAKTU

Apa yang kulakukan hari ini amatlah penting,karena aku menukarkan hidupku
dengan waktu tersebut... Hugh Mulligan (Assosiated Press)


MALAM INI, sepulang dari kampus, setelah berdiskusi dengan mahasiswa,saya membuka email.Ada surat elektronik dari Ochan, koresponden The Jakarta Post di Palu, Sulawesi tengah: Judul Emailnya Update PDAM Gate Makassar; isinya seperti ini:.... Upi, ini saya kirimkan ki surat dari Manan ke saya. Menurut kita, apa yang mesti saya sampaikan ke AJI Indonesia....Salam Ochan.

Email Ochan ini,merujuk pada surat yang ia terima dari Sekjen AJI Indonesia; isinya sebagai berikut:....Ochan, AJI Indonesia sudah mendapat surat pemberitahuan dari AJI Makassar pada 14 Januari 2008 lalu.Isinya: berdasarkan rekomendasi Majelis Etik AJI Makassar, XXXXX diberi sanksi peringatan keras dalam kasus PDAM Makassar Kepada Majelis Etik, XXXX mengakui telah meminta meminta bantuan Walikota Makassar untuk meminjam uang senilai Rp. 2.000.000, untuk kebutuhan sambungan fasilitas PDAM kerumahnya, meski ia tidak menerima secara langsung uang tersebut." Kalau ada kritik atas keputusan tersebut, baik dari kamu, BPO atau Upi, tolong sampaikan tertulis Biar bisa menjadi dasar AJI Indo untuk mempertanyakan ke AJI Makassar. Salam,Abdul Manan.(keterangan: XXXX sengaja saya tidak dicantumkan karena pertimbangan etika)

Dan seperti Hugh Mulligan, tampaknya,mulai malam ini, saya harus melanjutkan perlawanan itu lagi.Berkelahi dengan waktu,dan menatap matahari.Dan ketika semua orang bertanya,untuk apa semua ini dilakukan?

Jawabnya sederhana.Saya hanya ingin menukarkan sepotong waktu yang kujalani dalam kesia-siaan,dengan waktu yang bermakna. Agar kelak dikemudian, setiap jurnalis,bisa berkata kepada sang waktu: "Kami Bangga Jadi Jurnalis".

Makassar 23 januari 2008
pukul 22.00 wita

Tidak ada komentar: