Senin, 08 Oktober 2007

PARADOKS IDUL FITRI BAGI PARA JURNALIS

SESUNGGUHNYA tidak mudah menjadi jurnalis.Pekerjaan ini sebuah cita-cita dan gagasan. bahwa profesi ini juga masih menjadi sebuah cita-cita.Jadi janganlah pernah bersedih jika kamu menemui kesusahan.Pekerjaan ini tidak memang harus membuat kita kaya raya secara material....

Pekerjaan ini terkadang imbalan material tidak sebanding dengan resikonya sendiri.Namun, ya itulah faktanya.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa masih banyak jurnalis,yang secara normatif tidak diperlakukan manusiawi oleh perusahaannya sendiri. Masih banyak jurnalis yang hidup di bawah garis kemiskinan di tengah hingar bingar industrialisasi dan kapitalisme media massa.Bagi para kelas pekerja,kondisi ini ibarat sebuah paradoks.

tapi percaya tidak? di tengah riuh rendah "kemiskinan dan keterbatasan material ini" justru masih banyak jurnalis-jurnalis yang rela berkalang tanah, hingga titik darah penghabisan.Jari jemari mereka masih tampak kukuh menuliskan derita orang,meski ia sendiri hidup dalam keterbatasan, kaki mereka tetap melangkah pasti,meski kakinya sendiri gemetaran, dan pandangannya penuh motivasi kepada mereka-mereka yang tertindas,meski ia sendiri teraniaya.

Tapi ini perjuangan tanpa akhir di batas kelaki-lakian sejati kawanku. Kita adalah matahari di waktu siang,rembulan di waktu malam,dan gemintang diwaktu badai.Dan sejatinya, sebagai jurnalis, pada hakikatnya tidak pernah miskin. Sang jurnalis selalu bahagia di tengah kebahagian orang, bersedih di tengah penderitaan orang, dan berjuang di tengah para pejuang-pejuang kehidupan.

Jadi kita jangan naif dengan kondisi ini. bahwasanya masih banyak jurnalis yang miskin secara material,itupun juga menjadi relatif.

Sesungguhnya kita sudah teramat kaya di tengah orang-orang kaya yang miskin.Fakta inilah yang membuat para jurnalis tidak boleh berhenti berkarya hanya karena ia tidak bisa menikmati idul fitri,lantaran gaji atau tunjangan hari rayanya yang sedikit atau tidak ada sama sekali. Sebab sudah sejak lama, bahkan tiap hari kita menikmati idul fitri itu sendiri,dengan cara berbagai kepada para pemirsa,pembaca dan pendengar kita.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H
MOhon Maaf Lahir dan Bathin


selasa subuh dinihari
di kantor metrotv
9/10/2007
pukul 05:16:32

Tidak ada komentar: