Kamis, 06 September 2007

NILAI-NILAI EDITORIAL

Dunia jurnalis sesungguhnya sarat dengan tekanan. Selain tekanan deadline, dan ketatnya persaingan ,mendorong jurnalis berusaha untuk memperoleh berita dengan cepat, sebelum orang lain mendapatkannya.Dalam kamus jurnalis, berita adalah sebuah produk, bukan sebuah proses. Artinya, pembaca,penonton,pendegar, tidak pernah mau tahu bagaimana sebuah berita dibuat,para pembaca hanya ingin tahu, bagaimana mereka mendapatkan berita secara cepat.
Ketatnya persaingan ini tak jarang membuat para jurnalis menempuh berbagai cara untuk memperoleh berita. Namun sebagai dunia yang juga sarat dengan etika dan kode perilaku berikut ini, sejumlah nilai-nilai editorial yang seharusnya dimiliki para wartawan,dalam melakukan aktifitasnya.

1. Pahamilah Konsep Public Rigth To Know:
Paham ini adalah ideologi dasar bagi semua jurnalis. Masyarakat berhak memperoleh informasi. Seorang wartawan adalah pengabdi kepada publik.Ia adalah mediator, dan berfungsi sebagai penyampai informasi,yang menjadikan masyarakat mengetahui sesuatu yang ia tidak ketahui sebelumnya. Ia menjadi penyampai ilmu pengetahuan dan pendidikan, Mendidik masyarakat tentang sesuatu kebajikan. Ia juga menjadi penyampai hiburan,menjadikan masyarakat merasakan sesuatu yang bersifat humanis.Membuat masyakatnya peka akan kehidupan umat manusia dan peradaban. Membuat masyarakatnya percaya akan kekuatan nilai-nilai kemanusian,yang terukur dalam kesedihan,kegembiraan dan keresahan-keresahan. Jurnalis juga menjadi menjadi agen kontrol sosial.Mereka bekerja sebagai penyambung aspirasi,yang selalu membela kepentingan publik.Sebagai agen kontrol sosial, mereka bekerja membongkar kasus-kasus yang merugikan masyarakat,seperti korupsi,pelanggaran hak asasi manusia, dan kejahatan-kejahatan kemanusiaan

2. Tetaplah Cover Both Sides,
Meliput pada dua sisi yang berimbang. Jurnalis akan bisa melakukan peliputan secara berimbang jika dia mampu bersikap independen. Independensi: seorang jurnalis harus bersikap independen terhadap sumber-sumber yang mereka liput.Bahwa para wartawan tidak akan terkooptasi dengan para narasumbernya, tidak terpengaruh dengan peristiwa yang ia liputnya.

3. Pastikan Akurasi
Dalam literatur jurnalistik, akurasi menjadi prasyarat teknis yang paling harus dinomersatukan para jurnalis. Akurasi,menyangkut ketepatan data yang terukur, dalam bahasa jurnalistik yang baku didefenisikan sebagai prasyarat dasar sebuah kerja awal jurnalis. Akurasi adalah kemampuan para jurnalis untuk melakukan upaya verifikasi data,sebelum fakta yang ia peroleh di lapangan di disiarkan ke publik. Prinsipnya,sang wartawan tidak akan memberitakan sebuah berita,tanpa melalui ketetapan kepastian data.
Sebuah laporan yang tidak akurat,justeru akan menimbulkan masalah ketika sebuah berita disiarkan,misalnya adanya klaim,somasi bahkan gugatan. Dan mungkin juga hal yang lebih buruk,lahirnya sikap ketidakpercayaan publik kepada kerja jurnalis pada khususnya,dan media pada umumnya.Akurasi disini juga bisa diartikan sebagai, ketepatan dalam melaporkan peristiwa, tentang unsur 5 W 1 H, seperti ketepatan menyebut dan menggambarkan tentang peristiwa yang terjadi, lokasinya,waktu kejadiannya, siapa-siapa saja yang terlibat, mengapa terjadi, dan bagaimana peristiwa itu berlangsung.

4. Jujurlah Selalu
Kecuali dalam situasi tertentu, wartawan harus selalu terbuka dan jujur terhadap narasumber mereka sendri,bahkan kepada narasumber yang bersikap bermusuhan. Ketika kita meminta agar orang mau diwawancarai untuk suatu berita,biasanya kita berterus terang kepada mereka tentang:
tentang apa berita itu
kontribusi apa yang kita inginkan darinya
apakah wawancara itu direkam dulu atau disiarkan secara langsung
apakah wawancara itu akan diedit
bila acara itu berupa suatu perdebatan,maka narasumber harus diberitahu dengan siapa mereka akan berhadapan.

Jurnalis juga harus jujur jika melakukan kesalahan dalam beritanya. Ia harus berani meminta maaf secara terbuka kepada narasumbernya dan pembacanya.

Hormatilah Privacy
Kapan sebuah hak privacy bisa dilanggar oleh para jurnalis? Ketika liputan mereka
menyangkut kepentingan umum,misalnya karena hal itu berkaitan dengan tindak kejahatan atau anti sosial. Meski demikian, jangan melebihi batas terhadap mereka yang berduka dan menderita. Orang yang menderita sutau trauma atau mengalami tragedy memiliki hak untuk diperlakukan dengan penuh kepekaan.

Beri ruang Hak Jawab
Ketika seorang wartawan menuduh seseorang atau suatu organisasi melakukan kesalahan atau ketidakberesan, pihak yang dituduh haruslah diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan atas tuduhan itu.Wartawan berkewajiban memberikan ruang kepada siapa saja,terutama kepada pihak-pihak yang mereka liput.

Hargai Hak Menolak
Bila seseorang menolak untuk diwawancarai,sementara anda percaya bahwa pendapat orang ini sangat penting bagi berita anda, maka biasanya anda harus menerima penolakan itu dan menyebutkan dalam laporan bahwa dia memilih untuk tidak diwawancarai.
Dengan demikian akan jelas bagi pendengar atau pemirsa bahwa anda telah berusaha untuk mendapatkan keterangan dari semua pihak yang terlibat dalam berita itu.
Demi unsure keseimbangan, anda mungkin harus pula menyarikan pandangan orang tersebut bila anda memang mengetahuinya dan anda harus melakukan hal itu secara akurat.Sangatlah penting bagi mereka untuk memahami bahwa dengan menolak untuk diwawancarai tidak berarti mereka menghentikan disiarkannya berita itu.
Dalam beberapa kasus yang jarang,biasanya melibatkan tindak kejahatan atau anti sosial,anda dapat dibenarkan untuk tidak mencari tanggapan dari seseorang,kendati orang itu menyatakan tidak ingin diwawancara. Dalam hal ini barangkali anda dapat mencegat mereka-dengan kata lain langsung melancarkan pertanyaan-pertanyaan anda dan merekam jawabannya begitu anda bertemu dia.

Boleh Menyamar Jika
Penyamaran atau undercover dilakukan para jurnalis, sebagai upaya untuk memperoleh bahan berita, yang dapat menjadi bukti documenter yang kuat, Meski demikian , aksi penyamaran ini dilakukan pada situasi yang sangat khusus.
untuk menungkap persoalan serius tentang perilaku anti sosial, dimana telah ada bukti cukup tentang perilaku seperti itu sebelumnya.
Untuk mengumpulkan bahan yang tidak dapat diperoleh secara terbuka, dinegara-negara di mana undang-undang setempat menghalangi pembuatan program yang bertanggungjawab
Sebagai suatu cara penelitian sosial dimana tidak ada lagi cara lain yang dapat dipakai untuk memperoleh gambaran mendekati kenyataan tentang perilaku yang disoroti.

Sebelum melakukan penyamaran para wartawan serta para editornya harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaaan berikut ini sebelum melakukan penyamaran:
adakah cara lain yang dapat anda lakukan untuk memperoleh bahan itu tanpa harus melakukan penyamaran..
Apakah bahan itu menunjukkan tindak kejahatan/anti sosial yang cukup dan apakah ada cukup alasan untuk menyiarkannya demi kepentingan umum.
Apakah anda bersikap adil kepada mereka yang anda kecam
Apakah anda telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk memanfaatkan hak jawab?

Anonimitas ( Menyembunnyikan identitas)
Dalam berita-berita yang peka,orang yang anda wawancara mungkin meminta agar identitas mereka disembunyikan; mereka ingin agar tetap anonym.terdapat berbagai tingkat anonimitas dan menyetujuinya dari awal amatlah penting. Bila anda menjanjikan untuk menyembunyikan identitas orang itu,maka janji itu harus dipenuhi secara efektif.

(catatan sederhana inilah ,yang selalu menjadi panduan saya ketika liputan)

Tidak ada komentar: